Farih.co.id
Home Pendidikan 5 Contoh Model Pembelajaran Kreatif untuk Siswa

5 Contoh Model Pembelajaran Kreatif untuk Siswa

welcome 4737158 1280

– Apa saja contoh model pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan oleh guru untuk meningkatkan minat peserta didik? Seorang guru harus kreatif dalam menerapkan pembelajaran pada siswa. Karena dengan menerapkan pembelajaran yang menarik siswa akan lebih memahami pelajaran yang disampaikan. Oleh karena itu, guru perlu memahami beberapa model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Untuk mengetahui apa saja contohnya simak ulasan dalam artikel ini.

Contoh Model Pembelajaran Kreatif

Dalam dunia pembelajaran, model pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dan harus dikuasai oleh guru, dengan penerapan model pembelajaran yang tepat maka akan berpengaruh pada keaktifan hingga hasil belajar siswa. Salah satu cara untuk meningkatkan antusias siswa dalam belajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran kreatif. Berikut ini adalah beberapa contoh metode yang dapat dilakukan oleh guru kreatif.

Pembelajaran Berbasis Proyek

Project-Based Learning atau pembelajaran berbasis proyek menempatkan siswa di tengah-tengah pengalaman pembelajaran yang nyata dan relevan. Siswa akan mendapatkan proyek-proyek yang menantang dan memecahkan masalah kreatif. Misalnya, dalam pelajaran sains, siswa dapat diminta untuk merancang dan membangun model dari sistem tata surya. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep ilmiah, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir kritis dan kreatif mereka.

Penerapan model pembelajaran berbasis proyek ini dapat meningkatkan antusias dan semangat siswa untuk belajar. Siswa akan belajar dari pengalaman yang nyata, sehingga tingkat pemahaman akan lebih baik. Penerapan model pembelajaran kreatif ini akan membiasakan siswa untuk berpikir kritis.

Pembelajaran Kolaboratif

Collaborative Learning atau Pembelajaran kolaboratif merupakan strategi pembelajaran dimana siswa akan bekerja sama dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Model ini memungkinkan siswa untuk saling bertukar ide, berbagi pengetahuan, dan belajar dari satu sama lain. Misalnya, dalam pelajaran bahasa, siswa dapat diberi tugas untuk membuat drama pendek berdasarkan cerita yang mereka pelajari. Dengan cara ini, mereka tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan komunikasi.

Penerapan model pembelajaran kolaboratif akan menyatakan keaktifan siswa. Tetapi, guru juga perlu melakukan pengelolaan kelas yang baik. Sehingga suasana tetap kondusif.

Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berbasis Masalah atau Pembelajaran berbasis masalah tekanan pada melatih kemampuan pemecahan masalah siswa. Siswa akan mendapat tantangan untuk memecahkan masalah. Soal yang diberikan sesuai dengan topik pelajaran serta selaras dengan dunia nyata yang relevan dengan materi pelajaran. Misalnya, dalam pelajaran matematika, siswa dapat diminta untuk merencanakan rencana anggaran untuk perjalanan sekolah yang diimprovisasi.

Pembelajaran berbasis masalah akan mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memiliki keterampilan penyelesaian masalah yang baik. strategi pembelajaran ini membuat siswa belajar dari masalah yang mereka hadapi. Siswa akan menemukan berbagai pemecahan masalah.

Pembelajaran Berbasis Permainan

Game-Based Learning atau Pembelajaran berbasis permainan menggunakan elemen permainan untuk memotivasi dan melibatkan siswa dalam proses belajar. Pada penerapannya, siswa dapat berpartisipasi dalam permainan yang dirancang khusus untuk mengajarkan konsep-konsep tertentu. Misalnya, dalam pelajaran sejarah, siswa dapat memainkan permainan peran yang menelepon peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah dunia.

Melalui permainan siswa akan lebih antusias dan semangat untuk melaukan seluruh proses pembelajaran. Dengan model pembelajaran ini guru dapat menerapkan berbagai permainan atau game yang seru. Misalnya dengan membuat kuis dengan sistem poin. Guru juga dapat memberikan reward pada siswa yang mendapat banyak poin.

Pembelajaran Berbasis Teknologi

Technology-Enhanced Learning merupakan pembelajaran berbasis teknologi yang memanfaatkan berbagai teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Misalnya, menggunakan simulasi komputer untuk memvisualisasikan konsep-konsep abstrak, atau platform pembelajaran yang berani untuk menyediakan akses ke sumber daya belajar yang beragam. Dengan cara ini, siswa dapat belajar dengan cara yang interaktif dan menarik, sambil mengembangkan keterampilan teknologi yang penting di era digital ini.

Tips Memilih Model Pembelajaran 

Memilih model pembelajaran yang tepat memang krusial karena itu dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran. Berikut beberapa tips yang dapat membantu:

  1. Kenali Kebutuhan dan Tujuan Pembelajaran, degan cara menentukan apa yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut. Misal ingin meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktis, atau penerapan teori dalam konteks nyata?.
  2. Pahami Karakteristik Peserta Didik, dengan mempelajari tentang latar belakang, minat, dan gaya belajar peserta didik. Beberapa siswa mungkin lebih responsif terhadap pendekatan visual, sementara yang lainnya lebih suka belajar secara auditif atau kinestetik.
  3. Eksplorasi Berbagai Model Pembelajaran, Terdapat banyak model pembelajaran yang berbeda, seperti pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran terbalik, dll. Telusuri model-model ini dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.
  4. Perhatikan Konteks Pembelajaran, Pertimbangkan faktor-faktor seperti lingkungan fisik, ketersediaan teknologi, dan jumlah peserta didik. Model pembelajaran yang cocok untuk kelas kecil mungkin tidak cocok untuk kelas besar.
  5. Gunakan Pendekatan Campuran (Blended Learning), Gabungkan beberapa model pembelajaran untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih kaya dan beragam. Misalnya, dengan mengkombinasikan pembelajaran daring dengan diskusi tatap muka.
  6. Evaluasi secara Berkala, Lakukan evaluasi terhadap efektivitas model pembelajaran yang digunakan. Mintalah umpan balik dari siswa dan perhatikan apakah mereka mencapai tujuan pembelajaran.
  7. Beradaptasi dengan Perubahan,

 

 

Comment
Share:

Ad