Debat Calon Presiden Ke-5: Menanti Kebijakan Penyelesaian Permasalahan untuk Guru dan Pendidikan

farih.co.id – Debat Capres ke-5 di Indonesia menjadi tontonan yang ditunggu-tunggu terutama oleh jutaan guru dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Para pendidik dan praktisi pendidikan menantikan kebijakan yang dapat memberikan solusi konkrit untuk mengatasi permasalahan yang telah lama dihadapi dunia pendidikan.

Salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama di bidang pendidikan adalah persoalan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Guru dan pihak terkait di dunia pendidikan ingin melihat kebijakan yang mampu mengatasi ketidakadilan dan ketimpangan distribusi siswa ke sekolah.

Calon presiden diharapkan dapat memberikan gagasan kebijakan yang tidak hanya berbicara tentang keadilan, namun juga memberikan langkah nyata untuk meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi semua anak.

Biaya pendidikan juga menjadi perhatian serius. Meski menurut undang-undang pendidikan dasar seharusnya tidak dipungut biaya, namun kenyataannya masih banyak orang tua yang merasa terbebani dengan berbagai biaya terkait pendidikan anaknya.

Dalam debat tersebut, calon presiden diharapkan dapat memberikan kebijakan yang dapat mengurangi beban keuangan orang tua, khususnya yang memiliki anak di sekolah swasta.

Peningkatan alokasi anggaran pendidikan menjadi salah satu poin yang ditunggu untuk menjamin pendidikan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kualitas guru juga menjadi sorotan penting. Guru diharapkan mendapat perhatian khusus dari calon presiden, termasuk dalam hal kesejahteraan dan pengembangan profesi.

Gagasan kebijakan yang mendukung peningkatan status dan kesejahteraan guru, serta peningkatan pelatihan dan dukungan terhadap pengembangan keterampilan mereka, akan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran di Indonesia.

Keamanan di lingkungan sekolah dan permasalahan sosial terkait pendidikan, seperti kesenjangan gender dan inklusi sosial, juga diharapkan mendapat perhatian khusus.

Kebijakan yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif dan bebas dari diskriminasi akan menciptakan kondisi yang mendukung proses pembelajaran secara optimal

Related Post