WASPADA! 9 Ciri Kucing Depresi dan Cara mudah Mengatasinya, diperlukan untuk menghadapinya dengan tepat

farih.co.id – Sama seperti manusia, kucing juga bisa mengalami depresi.

Namun, sangat penting bagi pemilik kucing untuk mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasinya dengan tepat.

Meski biasanya bersifat jangka pendek, depresi pada kucing bisa disalahartikan sebagai ketidakmampuan menghadapi perubahan.

Baca juga: Tanda Kucing Mengalami Depresi. Jangan biarkan itu menjadi berbahaya. Simak tips menghadapinya!

Dalam banyak kasus, pemilik kucing tidak mengetahui apakah kucingnya mengalami depresi atau apa penyebabnya. Al Arabiya Bahasa Inggrisbicaralah dengan Dr. Amer Grizic, Ketua

Dokter hewan di klinik hewan Animalia – Kesejahteraan & Lainnya berbasis di Abu Dhabi, untuk mengidentifikasi lima tanda utama depresi pada kucing.

Berbagai Ciri-Ciri Kucing Stres

Setiap kucing bisa bereaksi berbeda-beda saat mengalami stres.

Baca juga: Inilah Keberhasilan Cara Bertani Muscovy Modern. Pemula bisa mendapatkan turnover tinggi!

Ciri-ciri kucing stres ada yang mudah dikenali dan ada pula yang tidak.

Salah satu ciri yang sulit dikenali adalah kucing kesayangan Anda enggan bersosialisasi dengan orang baru atau kucing lain.

Selain itu, ada juga tanda-tanda kucing stres lainnya yang bisa Anda kenali, yaitu:

1. Kencing sembarangan

Saat melihat kucing peliharaanmu buang air kecil sembarangan, jangan langsung merasa kesal atau marah.

Kondisi ini bisa menjadi pertanda kucing sedang stres atau menderita penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran kemih.

2. Menggaruk badan secara berlebihan

Jika kucing Anda terlalu sering menggaruk badannya, bisa jadi itu tandanya ia sedang stres.

Namun tak hanya stres, kebiasaan ini juga bisa disebabkan oleh penyakit kulit pada kucing, seperti infeksi kutu, jamur, atau dermatitis.

3. Menjilati badan secara berlebihan

Menjilati tubuh merupakan salah satu cara kucing merawat dan membersihkan dirinya. Namun, jika kucing Anda menjilati badannya secara berlebihan, bahkan hingga bulunya rontok, bisa jadi kondisi ini merupakan tanda ia sedang stres.

4. Mengalami gangguan pencernaan

Stres dapat menyebabkan kucing Anda mengalami masalah pencernaan, seperti diare, sembelit, dan sering terlihat rewel saat buang air besar.

Jika kucing Anda mengalami gangguan pencernaan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan agar kondisi tersebut dapat ditangani.

5. Mengeong terus menerus

Mendengar suara kucing mengeong terkadang membuat perasaan lebih tenang dan bahagia.

Namun, Anda perlu waspada jika kucing peliharaan Anda mengeong terus menerus atau berlangsung lama.

Ini bisa jadi pertanda kucing Anda sedang panik atau cemas, apalagi jika suara mengeongnya tidak normal.

6. Nafsu makan menurun

Jika kucing kesayangan Anda tiba-tiba tidak nafsu makan atau tidak makan seperti biasanya, apalagi sudah diberi makanan kesukaannya, kemungkinan besar kucing Anda sedang stres.

Namun jika kucing Anda kesulitan makan dalam waktu yang lama, hingga beberapa minggu,

Meski membuatnya terlihat kurus dan berat badan turun drastis atau mengalami gejala lain seperti muntah-muntah, Anda perlu waspada.

Ini bisa jadi pertanda kucing Anda sedang sakit atau mengalami gangguan kesehatan sehingga perlu dibawa ke dokter hewan.

7. Sendirian atau suka bersembunyi

Kucing merupakan hewan yang suka menyendiri dan mencari tempat persembunyian, seperti di bawah kasur, kardus, atau di dalam lemari.

Namun, jika kucing Anda terus-menerus bersembunyi dari Anda dan tidak lagi aktif bermain, jangan abaikan tanda kucing stres ini dan sebaiknya konsultasikan ke dokter hewan.

8. Pola tidurnya tidak teratur dan badannya terlihat lemas

Kucing dikenal sebagai hewan yang suka tidur. Namun,

Jika pola tidurnya menjadi tidak teratur disertai badan yang terlihat lemas, bisa jadi kucing Anda sedang mengalami stres.

9. Terlihat lebih agresif

Ciri-ciri kucing stres yang paling mudah dikenali adalah ia lebih agresif, baik terhadap manusia maupun hewan lainnya.

Perilaku agresif tersebut dapat berupa mendesis, mengeong dengan keras, mencakar dan menggigit benda atau furnitur yang ada di dalam rumah, atau menyerang hewan lain dan manusia.

Selain ciri-ciri di atas, kucing stres juga bisa ditandai dengan bahasa tubuh yang menunjukkan kekhawatiran,

seperti berjalan terlalu bungkuk, posisi badan sering jongkok atau melengkung, dan telinga mengarah ke belakang.***

Tags

Related Post