Sukses Bertani di Kota bersama BRI, Kisah Mrican Caturtunggal di Yogyakarta

farih.co.id – Jika Anda datang mengunjungi padukuhan (lingkungan) Mrican.

Caturtunggal, kita pasti akan menemukan sebuah pemandangan yang menarik perhatian.

Mrican Caturtunggal Depok, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta memang

Kawasannya memang padat penduduk, namun tampilannya tak bisa disamakan dengan dusun-dusun yang kumuh dan kurang terawat.

Baca Juga: Gempa di Pangandaran, Jawa Barat Magnitudo 4: Berpusat 82 kilometer Barat Daya

Padukuhan ini justru memanjakan mata dengan berbagai tanaman hijau yang dibudidayakan warganya.

Sejak pagi, warga khususnya kaum perempuan tampak antusias berkumpul dan mulai merawat tanaman.

Ada yang menyiram tanaman, memastikan tanaman bebas hama, bahkan memetik tanaman yang siap panen.

Baca Juga: Taktik Nonton Yandex Semua Film dan Video Viral Terbaru 2023 Kualitas HD di Yandex RU, Lancar Tanpa Aplikasi!

Bukan sekedar tanaman pribadi yang ada di pekarangan, tapi tanaman itu

dibudidayakan bersama oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Mrican Caturtunggal Depok.

Menariknya, KWT Srikandi bukanlah komunitas yang baru terbentuk. Komunitas

Sudah berdiri sejak tahun 2014 di Mrican Caturtunggal Depok.

Hal ini juga dibenarkan oleh Nur Handayani, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Mrican Caturtunggal Depok, KWT ini diinisiasi

oleh Dukuh Mrican Caturtunggal Depok, Sumarji pada tanggal 26 Desember 2014.

Mrican Caturtunggal Depok yang rindang bukan tanpa alasan. Ternyata padukuhan ini menerapkan ekosistem urban farming.

Cara urban farming ini bertujuan untuk mengoptimalkan lahan yang tidak terlalu luas, sehingga bisa maksimal

nilai manfaatnya, baik dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Tak hanya itu, urban farming ternyata juga diterapkan di Mrican Caturtunggal Depok

mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Cara ini juga terbukti berhasil dalam konservasi sumber daya lahan dan air.

Sementara dari sisi sosial, ekosistem urban farming berhasil menguatkan perasaan

kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong bagi warga Mrican Caturtunggal Depok.

Bonusnya, lingkungan Mrican Caturtunggal Depok terlihat asri dan rindang.

“Kami mendapat bantuan dari BRI Peduli dengan segala sarana dan prasarana, seperti peralatan pertanian, tanaman, hingga

media tanam sehingga membuat urban farming di Mrican Caturtunggal Depok semakin berkembang dan dapat dirasakan manfaatnya

lebih besar bagi masyarakat,” kata Nur Handayani.

BRI Peduli sendiri menyalurkan bantuannya melalui BRInita atau Program BRI Pertanian Dalam Kota.

Tujuannya untuk mengembangkan lokasi padat penduduk seperti Mrican Caturtunggal Depok, menjadi lebih baik dari segi lingkungan

Dan kesehatan. Program ini juga diharapkan dapat menjadikan Mrican Caturtunggal Depok menjadi kawasan edukasi dan wisata.

Sejauh mata memandang, ekosistem urban farming di Mrican Caturtunggal Depok terlihat lengkap.

Terdapat tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman obat keluarga atau togas, serta gazebo dan pagar tanaman yang sangat memadai.

Wajar jika ibu-ibu yang tergabung dalam KWT Srikandi semangat dalam mengelola dan

budidaya urban farming di Mrican Caturtunggal Depok.

Selain itu, program BRInita juga memberikan edukasi lain kepada KWT Srikandi seperti pelatihan memasak agar hasil panennya

Urban farming tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku segar, namun juga dalam bentuk pangan olahan dan katering.

“Saat ini KWT Srikandi beranggotakan 44 orang. Dengan adanya member ini, kami di Mrican Caturtunggal Depok bisa melakukannya

“menjual sayuran segar, makanan olahan dan katering melalui ekosistem urban farming ini,” tambah Nur Handayani.

Melihat wilayahnya kini semakin rindang dan berkembang, Dukuh Mrican Caturtunggal Depok, Depok, Sleman, Sumarji pun tak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Kami berterima kasih kepada BRI Peduli yang telah bekerjasama dengan Mrican Caturtunggal

Depok sebagai mitra dengan memberikan fasilitas UMKM bagi KWT Srikandi.

Kami juga memiliki program pelatihan memasak. Nyatanya, dukuhan kami sudah dibangun

dan direnovasi sehingga menjadikan Mrican Caturtunggal Depok semakin maju seperti sekarang ini,” tutupnya.

Sekretaris Perusahaan BRI Agustya Hendy Bernadi menambahkan BRI terus mewujudkan komitmen tanggung jawab sosialnya

dan lingkungan hidup dengan menyalurkan program-program yang benar-benar dapat mendorong perbaikan ekosistem lingkungan hidup.

Program BRInita merupakan salah satu komitmen nyata BRI terhadap pelestarian lingkungan hidup di Indonesia

di tengah kota yang memanfaatkan lahan sempit di kawasan padat penduduk.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan di satu titik saja, melainkan di 21 titik di Indonesia. Dengan bantuan infrastruktur yang kami sediakan,

Diharapkan program ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan sehingga menjadi wadah yang positif bagi masyarakat. Sebuah kisah inspiratif

ditunjukkan oleh Srikandi di Mrican

“Diharapkan Caturtunggal Depok dapat ditiru oleh kelompok lain,” jelas Hendy. ***

Tags

Related Post