Singkat! Khutbah Jumat Hari Ini 8 Desember 2023, Bertemakan Meneladani Akhlak Rasulullah

farih.co.id – Khutbah Jumat ini menjelaskan bahwa Rasul mempunyai tugas

mengingatkan dan menyadarkan orang untuk hidup bersama

Kehidupan yang diridhai Allah adalah kehidupan yang penuh kebaikan dan keselamatan.

Rasul mengingatkan agar manusia tidak menjalani hidupnya hanya untuk memenuhi keinginannya saja.

Baca Juga: Ustaz Wijayanto Hadiri Pengajian Akbar di Mesuji, Ini Jadwalnya!

Umat ​​Islam harus meneladani moral mereka. Teks khutbah Jumat menyusul dengan judul

“Khotbah Jumat Meneladani Akhlak Nabi”.

Khotbah I

Insya Allah Tuhan memberkati Anda دٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أ َشْهَ دُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السّ َلَامُ وَأَشْهَدُ اَ نَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنْدُ هُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِ حْتِرَام ، أَمَّا بَعْدُ : فَيَاأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ ح َقَّ Insya Allah ْكُرُوْهُ عَلَى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلاَمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِنْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ م ِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَ امِ. pesan Insya Allah وفٌ رَّحِيمٌ

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia dan nikmatnya

Anugerah-Nya senantiasa diberikan kepada hamba-hamba-Nya.

Baca juga: Alasan Kiki Fatmala Meninggal Dunia. Ia pernah membintangi sinetron Si Manis Jembatan Ancol, ternyata ia mengidap penyakit tersebut

Doa dan salam kami panjatkan kepada Yang Mulia Rasulullah, sumber teladan, manusia paling mulia di muka bumi ini.

Pada kesempatan mulia ini, khatib menyampaikan wasiat kepada seluruh jamaah wabil khusus untuk

pengkhotbah pribadi untuk selalu meningkatkan dan memperkuat

ketaqwaan kita kepada Allah Sw berupa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Semoga kita senantiasa dapat menjalani kehidupan yang baik dengan modal ketakwaan yang kita miliki.

Maasyiral Muslimin (rahimakumullah), Di hari Jumat ini khatib mengajak

Kita semua kembali untuk terus tabah mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam hidup kita.

Sepanjang sejarah umat manusia, ada orang-orang yang berserah diri dan beriman, namun jumlahnya banyak

juga orang-orang yang durhaka, agar bala bantuan datang dari Allah SWT.

Tercatat dalam Al-Qur’an bagaimana kisah siksa yang Allah berikan kepada kaum Tsamud, kaum ‘Ad sampai kepada kaum Luth.

Allah telah membinasakan orang-orang ini dari muka bumi karena akhlak bodoh mereka sudah melampaui batas.

Harus diakui bahwa manusia cenderung ingin mendapatkan kebaikan dan suguhan

orang lain yah, akhlak seperti itu adalah sifat setiap manusia.

Kealamian ini hilang karena ketidakmampuan mendengar dan melihat setiap kebenaran.

Pada tingkat yang lebih ekstrim, ada beberapa Rasul yang menjadi korban pembunuhan oleh kaumnya sendiri.

Sejarah menunjukkan bahwa pada fase setelah Masehi, bangsa Arab yang mendiami Mekkah tumbuh menjadi negara yang maju dalam bidang perdagangan.

Namun akhlak manusia pada masa itu semakin jauh dari kodratnya.

Pasukan Persia dan Romawi yang mengepung Mekah bahkan lebih buruk dari itu.

Di sini sering terjadi peperangan antar cucu Adam.

Siapa yang kuat akan menjadi kuat dan siapa yang kuat akan terus menginjak bawahannya.

Allah telah menyiapkan kehadiran Utusan khusus, sebagai pemanggil

yang terakhir bagi seluruh alam, dialah Nabi Muhammad saw.

Perjalanan dakwah yang beliau laksanakan sungguh merupakan tantangan yang sangat besar. Dia memikul tanggung jawab besar bagi seluruh umat manusia.

Nabi Muhammad saw diberi tugas sesuai hadits dari Abu Hurairah ra, yaitu:

Insya’Allah

Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Al-Baihaqi).

Allah mempersiapkan Rasulullah menjadi manusia yang bermartabat karena tanggung jawab yang begitu besar.

Rasulullah mempunyai akhlak yang santun dan lemah lembut, penuh kasih sayang, dan inilah hakikat akhlak Islam.

Allah memberikan pujian langsung kepada Rasulullah melalui firman-Nya dalam surat Al-Qalam ayat 4:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

Artinya: “Sesungguhnya kamu mempunyai akhlak yang hebat.”

Berbagai referensi sirah mengabadikan momen indah sekaligus mengharukan tentang akhlaknya

Rasulullah, hingga fase kehidupan di Madinah dan wafatnya Rasulullah.

Para sahabatnya mengambil teladan akhlak langsung dari Rasulullah.

Ada Sayyidina Abubakar yang bergelar Siddiq, karena kejujurannya ada Umar bin Khattab

yang mempunyai garis-garis hitam di wajahnya akibat sering menangis mengingat kematian,

ada Sayyidina Utsman yang santun dan pemalu, serta Sayyidina Ali yang pemberani dan

memiliki tingkat kasih sayang yang tinggi terhadap orang-orang yang beriman.

Allah berfirman:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا Insya Allah

Artinya: “Telah datang seorang Utusan dari tengah-tengah kamu, yang berat menanggung penderitaanmu,

semoga diberikan keselamatan dan kasih sayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah; 128).

Umat ​​Islam yang diridhai Allah, sebagai rujukan utama dalam akhlak, patut ditiru

Rasulullah dalam segala aspek kehidupan bukanlah hal yang mustahil, karena Rasulullah bukanlah bidadari.

Beliau adalah manusia biasa yang mengandung mutiara akhlak agung dalam dirinya.

Beliau selalu menangis ketika datang firman Allah yang mengatakan banyak umat Nabi yang masuk neraka,

lalu dia memohon kepada Allah agar banyak umatnya masuk surga.

Rasulullah adalah seorang yang rendah hati, pemimpin seluruh Rasul, dipuji oleh Allah, namun berjalan di muka bumi tanpa mengangkat kepalanya.

Bahkan pada saat Fathul Makkah, beliau menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan terhadap kota Makkah.

Nabi tidak pernah menyimpan dendam terhadap penduduk Makkah yang telah mengusirnya,

Tak ada rasa marah terhadap penduduk Taif yang tanpa ampun melemparinya dengan batu hingga lututnya berdarah.

Dia memaafkan segalanya, dan pengampunan terbesar dalam Islam adalah dengan

“fa’fu wasfahu” yaitu memaafkan dan melupakan segala kesalahan.

Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّ Alhamdulillah memberkatimu ُمْ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan َكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَك ِّلِيْنَ

Artinya: “Maka berkat karunia Allah kamu (Nabi Muhammad) bersikap lemah lembut terhadap mereka.

Jika Anda bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka akan menjauhi orang-orang di sekitar Anda.

Oleh karena itu ampunilah mereka, mohonkan ampunan bagi mereka, dan

berkonsultasi dengan mereka tentang semua hal (penting).

Kemudian, ketika Anda telah mengambil keputusan, bertawakallah kepada Allah.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”

Ayat ini menjelaskan kepada kita betapa banyaknya yang dimiliki Rasulullah

kelembutan agar masyarakat dapat menyambung hati untuk menerima dakwah.

Andai Rasul tegas, tentu banyak orang yang berpaling.

Suatu hari seorang Badui buang air kecil di masjid, lalu datanglah teman-temannya untuk menahannya.

Rasul datang dan memperlakukan orang Badui itu dengan penuh kelembutan.

Bagaimana orang Badui jatuh cinta kepada Nabi dan hanya mau mendengarkan apa saja nasehat Nabi.

Maasyiral Muslimin rahmatakumullah, Demikianlah akhlak mulia Rasulullah yang patut kita teladani.

Kita diingatkan bahwa akhlak merupakan warisan agama untuk kehidupan kelak.

Nabi adalah rujukan utama dalam segala aspek kehidupan.

Rasul sebagai bapak, suami, masyarakat, panglima perang, pedagang, dan sebagainya.

Semua keteladanan mengarah pada Rasulullah, semoga kita terus berusaha meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah. Aamiin, Rabbal Alamin.

Khotbah II

ِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْو َفَا. Insya Allah ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ أَ on سِيْ بِتَقْوَى ا للهْ Insya Allah Facebook َتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى Insya Allah لِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَي و َعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَ Insya Allah َلَى سَيِ ّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا Insya Allah, Insya Allah , Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah. Insya Allah semoga Allah memberkatinya dan memberinya ketenangan pikiran ْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُم ْ و َالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَ Tuhan memberkatimu يُوْفَ الْم Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan ِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَان ِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ع ِبَادَ اللهِ، إنَّ Tuhan memberkatimu ْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُ مْ لَعَلَّكُمْ تَذَك َّرُوْن

Tags

Related Post