Siapakah asisten Gus IQDAM? Sosok Muhammad Ilhamudin alias jebor klarifikasi polemik pengajian Lamongan

farih.co.id – Kabar kurang sedap datang dari pendakwah populer asal Karanggayam Srengat, Kabupaten Blitar, Muhammad Iqdam (Gus Iqdam).

Pasalnya, pada 29 Oktober 2023, Gus Iqdam diklaim hadir oleh panitia pengajian Lamongan.

Pihak Gus Iqdam tidak mengetahui acara pengajian Lamongan sehingga tidak datang dan menimbulkan perbincangan di dunia maya.

Hingga akhirnya ada klarifikasi Gus Iqdam terkait polemik pengajian Lamongan dengan foto tersebut.

Baca Juga: Berikut Kunci Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Halaman 93, 94, 95, dan 96

Klarifikasi tersebut diketahui melalui video yang dibuat pada Kamis (11/2/2023). Dalam video tersebut, Gus Iqdam dan asistennya, Muhammad Ilhamudin (Jebor), menjelaskan apa yang terjadi.

“Tadi saya lihat di TikTok ada klarifikasi dan ada kekecewaan dari teman-teman panitia Lamongan atas perkataan saya Selasa malam (31/10/2023) lalu,” ujarnya.

Yang jelas, pada Selasa lalu Gus Iqdam menyampaikan kepada jemaah Sabilu Taubah tentang kekecewaannya terhadap panitia pengajian Lamongan.

Baca Juga: Produk Apa Saja yang Berasal dari Israel? Isu Boikot terus dibicarakan untuk mendukung Palestina

Gus Iqdam menjelaskan, dirinya tidak diundang dalam acara pengajian Lamongan. Bahkan Jebor, asistennya, tidak memiliki jadwal acara pengajian tersebut. Faktanya, itu ada di tempat lain. Oleh karena itu dia tidak berangkat ke Lamongan.

“Akhirnya jemaah pun enak nyuwun sewu, capek banget makan kue tart [enek wajahku] Hei, aku sedang mencari. [Akhirnya ada jamaah, mohon maaf, begitu senangnya dengan saya ada wajah saya di roti tar, saya melihat],” kata Gus Iqdam.

“Karena saya pikir itu benar-benar akan datang,” tambahnya.

Gus Iqdam menjelaskan, dua minggu sebelum acara pengajian Lamongan, tepatnya 15 Oktober 2023, Gus Iqdam keluar. Akhirnya ia harus dirawat di klinik kesehatan.

Kondisi Gus Iqdam saat itu sedang infus. Badannya lemas, bahkan untuk ke kamar mandi pun Gus Iqdam mengaku harus ditemani asistennya.

Di tengah masa pengobatannya, melalui asistennya, ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan Gus Iqdam. Karena belum kuat, Gus Iqdam meminta asistennya menemuinya.

Rupanya, tamu tersebut menawari Gus Iqdam undangan untuk menghadiri pengajian Lamongan. Gus Iqdam mengetahuinya tiga hari setelah dirawat di rumah sakit.

Singkat cerita, tiba-tiba tiga hari setelah tanggal 15 saya sudah cukup sehat. Jebor menemui saya dengan undangan, saat itu kalau tidak salah dia ada di dalam mobil, kata Gus Iqdam.

“Minta datang ke Lamongan. Dia bersikeras, dia disuruh datang. Jebor sudah mengatakannya [ada acara di lain tempat],” dia menambahkan.

Kemudian dari situ panitia merasa Gus Iqdam setuju untuk datang ke pengajian Lamongan. Padahal, menurut keterangan Gus Iqdam, saat itu pihaknya hanya menerima undangan, belum memastikan jadwal pengajian di Lamongan.

Kemudian panitia membuat pamflet pengajian yang bergambar foto Gus Iqdam. Oleh karena itu, jemaah Sabilu Taubah sekitar Lamongan juga banyak yang datang.

“Saya kasihan dengan jemaah yang datang. Jadwalnya belum kita perpendek, kok ada fotoku di pamflet. Saya kasihan dengan jemaah yang datang. “Muhibin kami dari Surabaya, Sidoarjo atau dimanapun,” ujarnya.

Gus Iqdam menyayangkan kejadian seperti ini bisa terjadi. Ia meminta kepada seluruh pihak, jika belum menyepakati jadwal pengajian dengan pendampingnya, agar tidak memasang pamflet foto.

Meski demikian, Gus Iqdam tetap rendah hati dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang kecewa dengan kejadian tersebut.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya. “Mungkin ini untuk pembelajaran bagi diri saya sendiri, dan bagi orang lain,” kata Gus Iqdam.

Ilham Burhanudin alias Jebor merupakan salah satu santri di Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar yang dipercaya Gus Iqdam sebagai asisten atau pengatur jadwal.

Putra Pak Khoiri lahir di Blitar pada tanggal 24 Desember 1998 dan saat ini berusia 24 tahun.

Jebor juga masih lajang dan sudah lama berguru pada Gus Iqdam bersama beberapa santri lainnya seperti Danu dan Fikri.

Sebelum menetap di markas Sabilu Taubah dan menjadi warga ST Nyell, Jebor bersekolah di MAN 3 Blitar atau lebih dikenal dengan MAN Kunir.

Ilham Burhanudin juga tercatat sebagai lulusan Universitas Kadiri, sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Kediri, Jawa Timur.***

Tags

Related Post