Pesan Gibran Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia: Work-Life Balance Harus Ditekankan

farih.co.id – Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka bertemu

sejumlah influencer di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2023).

Bukan tanpa alasan, pertemuan bertajuk Diskusi Ekonomi Kreatif ini digelar sebagai

forum pembukaan dialog antara pelaku usaha ekonomi kreatif dan pemerintah.

Baca Juga: Warga Tuminting dan BRI Ubah Lahan Sampah Jadi Lahan Urban Farming BRInita

Acara ini dimeriahkan dengan kedatangan sejumlah tokoh ekonomi kreatif, seperti Merry Riana (Entrepreneur, Investor dan Content Creator), Bayu Skak (Content Creator dan

Direktur), Edho Zell (Content Creator dan CEO serta Pendiri Social Bread dan Warteg Gratis), Eva Alicia (Content Creator dan

Pelukis), Rius Vernandes (Pembuat Konten dan Koki), dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Hari Apa Selasa 5 Desember 2023? Diperingati sebagai Hari Armada, Simak Sejarahnya!

Dalam kesempatan tersebut, Gibran membuka kesempatan bagi para pengusaha ekonomi kreatif untuk memberikan saran dan aspirasi

mereka kepada pemerintah demi kemajuan sektor kreatif di Indonesia.

“Kalau begitu kalian cerita saja, saya hanya ingin jadi pendengar saja. Karena kalian para pebisnis, kalian paling paham apa yang ada di industri, apa kebutuhannya,

Kekurangannya mungkin tidak didukung pemerintah, kami mohon masukannya, kata Gibran.

Kemudian para tamu diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan keprihatinan mereka terhadap industri tersebut

masing-masing, salah satunya adalah Rhaka Ghanisatria yang merupakan Co-Founder dari

Menjadi platform sosial Manusia yang berbagi wawasan tentang kesehatan mental.

“Kita memerlukan dukungan pemerintah untuk melihat bahwa kesehatan mental menjadi isu nasional,” kata Raka, “Banyak masyarakat yang belum mengetahuinya

(dan belum terdidik) bahwa ada banyak metode kesehatan mental, seperti hipnoterapi, melalui psikolog, meditasi, dan metode lainnya.”

Gibran menyikapi hal tersebut dengan menarik, di mana ia mengingatkan para pelaku ekonomi

Indonesia kreatif untuk menjaga keseimbangan kehidupan kerja.

“Keseimbangan kehidupan kerja harus ditekankan. Tentu kita tidak ingin generasi milenial dan Gen Z stres dengan kehidupan pekerjaannya. Kami ingin l

lingkungan kerja yang tidak beracun dan kami ingin memberikan ruang kreatif bagi generasi muda.

Dalam visi misi kami sudah termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, kami punya BPJS, kami ingin BPJS digunakan untuk tindakan preventif,

seperti pergi ke psikolog. “Ke depan saya ingin fokus pada upaya preventif, tidak hanya kesehatan mental tapi juga penyakit lainnya,” jelas Gibran

yang langsung disambut tepuk tangan dari para influencer yang hadir.***

Tags

Related Post