FARIH NETWORK
LoginIndeks

Jerman Luncurkan Tiket Transportasi Umum 49 Euro Tahun Depan

Pemerintah Jerman serta 16 kepala negara bagian di negara itu telah mencapai kesepakatan pada hari Kamis (08/12) untuk menyetujui rencana tiket transportasi umum super murah, yang disebut tiket 49 euro.

Kanselir Jerman Olaf Scholz memuji inisiatif yang diajukan di bawah pemerintahannya tersebut, dan mengatakan bahwa program itu perlu diimplementasikan “dengan segera.”

Tiket super murah 49 euro ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tiket transportasi umum 9 euro, yang diperkenalkan oleh pemerintahan Scholz pada musim panas lalu. Tiket 9 euro ditujukan untuk memberikan insentif kepada warga yang menggunakan transportasi umum, agar meringankan biaya konsumen di tengah harga energi yang tinggi pasca perang Ukraina.

Anggaran resmi untuk menindaklanjuti tiket murah 49 euro itu diperkirakan mencapai €3 miliar (setara Rp49,4 triliun), di mana pemerintah federal Jerman telah berkomitmen untuk menanggung €1,5 miliar (setara Rp24,7 triliun), sementara setengahnya lagi akan ditanggung oleh negara bagian.

Kini setelah kesepakatan itu tercapai, fondasi baik dalam hukum atau organisasi dalam skema tiket transportasi umum kereta api super murah itu harus ditata oleh pemerintah negara bagian dan perusahaan transportasi.

Scholz berharap pihak terkait dapat bekerja “dengan kecepatan tinggi” untuk dapat segera mewujudkan program tiket murah 49 euro tersebut.

Kompromi pembagian biaya

Tiket 49 euro, yang diubah namanya menjadi “Deutschlandticket” atau “tiket Jerman,” awalnya direncanakan untuk dapat diimplementasikan per 1 Januari 2023. Namun perselisihan mengenai biaya, khususnya siapa yang akan menanggung berapa banyak, sempat menghambat berjalannya proyek tersebut.

Meskipun pemerintah Jerman dan para kepala negara bagian telah mengisyaratkan bahwa mereka akan berkompromi untuk membagi biaya total, pertanyaan tentang siapa yang akan bertanggung jawab atas perkiraan biaya tambahan, belum dapat terselesaikan. Negara bagian dan serikat pekerja transportasi juga telah memperingatkan bahwa kelebihan biaya itu dapat mendorong dana total aktual yang dibutuhkan menjadi €4 miliar (setara Rp65,9 triliun).

Pada pertemuan hari Kamis (08/12), kedua belah pihak telah menyelesaikan masalah ini dengan kesepakatan untuk berbagi kelebihan biaya tersebut secara merata pada tahun 2023 mendatang.

Yang belum jelas dari pertemuan itu adalah tentang apa yang akan terjadi pada tahun-tahun berikutnya, karena masih belum dapat dipastikan apakah tiket seharga 49 euro ini akan dipertahankan. “Struktur tarif yang tepat” hanya akan dapat diklarifikasi “setelah adanya pengalaman tahun pertama,” kata Perdana Menteri Negara Bagian Niedersachsen Stephan Weil.

Diharapkan tersedia di musim semi 2023

Meskipun menuai sedikit kontroversi, inisiatif ini tetap dipuji oleh mereka yang ikut serta di dalamnya. Perdana Menteri Negara Bagian Nordrhein-Westfalen Hendrik Wst mengatakan bahwa mereka telah mencapai persetujuan, dan menambahkan bahwa pembiayaan program tersebut “saat ini berada pada pijakan yang kokoh.”

Perdana Menteri Negara Bagian Saarland Anke Rehlinger juga menyambut baik program tiket transportasi umum bersubsidi ini sebagai “langkah maju yang besar dalam revolusi mobilitas, jika transportasi umum juga ikut diperluas pada saat bersamaan.”

Weil dari Niedersachsen mengatakan bahwa dia berharap tiket 49 euro itu akan tersedia bagi konsumen “pada akhir kuartal pertama” tahun 2023. Sementara Walikota Berlin Franziska Giffey justru pesimis bahwa Deutschlandticket itu dapat diluncurkan pada bulan Maret atau April mendatang.

“Sepertinya kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Mei, tetapi saat ini tergantung pada negosiasi. Saya sangat berharap bahwa program itu dapat berhasil,” tambahnya.

0 0 Pilih
Article Rating
Langganan
Beritahu tentang
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar
0
Would love your thoughts, please comment.x