Farih.co.id
Home Pendidikan Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, Contoh, Manfaat

Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, Contoh, Manfaat

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup dalam Ilmu Biologi

Klasifikasi makhluk hidup merupakan aspek penting dalam biologi. Pengelompokan ini membantu para ilmuwan memahami keanekaragaman kehidupan dan bagaimana organisme ini berhubungan satu sama lain.

Melalui sistem klasifikasi yang terstruktur, keanekaragaman dan kompleksitas kehidupan mudah dipelajari dan dipahami, seperti pengelompokan organisme berdasarkan kesamaan ciri morfologi, evolusi, dan genetik.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup dalam Biologi

Klasifikasi dalam biologi adalah proses pengelompokan makhluk hidup ke dalam kategori-kategori yang berbeda berdasarkan kesamaan ciri-cirinya.

Tujuan klasifikasi adalah mengorganisasikan keanekaragaman hayati ke dalam suatu sistem yang teratur dan informatif.

Sistem klasifikasi yang baik membantu para ilmuwan memahami hubungan evolusi berbagai makhluk hidup dan membantu dalam pengenalan dan identifikasi spesies yang baru ditemukan.

Tingkatan Taksonomi dalam Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem Klasifikasi-Tingkat-Tasonomi-dalam-Makhluk-HidupSistem Klasifikasi-Tingkat-Tasonomi-dalam-Makhluk-Hidup
Klasifikasi Makhluk Hidup: Pengertian, Tujuan, Contoh, Manfaat 4

Proses klasifikasi melibatkan beberapa tingkatan taksonomi yang disusun dari tingkat yang lebih tinggi hingga yang lebih rendah.

Tingkatan taksonomi makhluk hidup yang dipelajari dalam biologi antara lain:

1. Domain

Domain adalah tingkat taksonomi tertinggi dalam suatu sistem klasifikasi. Setiap makhluk hidup dikelompokkan menjadi salah satu dari tiga domain berdasarkan karakteristik dan perbedaan mendasar pada tingkat sel dan struktur sel.

Tiga domain pada tingkat taksonomi makhluk hidup, antara lain Bakteri, Archaea, dan Eukarya.

2. Kerajaan

Secara domain, makhluk hidup terbagi menjadi beberapa kingdom besar, seperti Kingdom Animalia (hewan), Kingdom Plantae (tumbuhan), Kingdom Fungi (jamur), dan masih banyak lagi.

3. Filum

Filum mencakup kelompok besar organisme yang memiliki beberapa karakteristik struktural dan perkembangan embrio yang sama.

Organisme dalam satu filum diharapkan mempunyai ciri morfologi dan biologi yang sama atau serupa.

4. Kelas

Kelas mencakup sekelompok organisme yang memiliki karakteristik serupa dan memiliki hubungan evolusi yang lebih dekat dibandingkan dengan organisme pada tingkat di atasnya.

Contoh kelas taksonomi antara lain Mamalia, Aves (burung), dan Reptilia. Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo yang lebih terspesialisasi dan terdiri atas spesies-spesies yang mempunyai kesamaan ciri-ciri tertentu.

5. Pesan

Suatu ordo mencakup beberapa famili dengan ciri-ciri tertentu yang sama. Contoh pengklasifikasian makhluk hidup menurut tingkat ordonya adalah kelompok hewan pemakan daging (karnovores) atau kelompok hewan primata (primata).

6. Keluarga

Famili adalah kelompok taksonomi yang mencakup beberapa genera yang memiliki kesamaan ciri-ciri yang lebih spesifik.

Misalnya pada kelompok kucing, Felidae merupakan contoh tingkat keluarga yang mencakup beberapa marga seperti Panthera, sejenis harimau dan singa, atau Felis, sejenis kucing kecil.

7. Marga

Genus adalah kelompok taksonomi yang mencakup beberapa spesies yang memiliki kesamaan karakteristik yang lebih dalam.

Contoh genus dalam kelompok kucing adalah Felis yang mencakup beberapa spesies kucing kecil seperti Felis catus atau kucing domestik, dan Felis silvestris atau kucing liar.

8. Spesies

Tingkat taksonomi terendah yang mencakup individu-individu yang mempunyai kesamaan struktural dan dapat saling menghasilkan keturunan yang fertil.

Setiap spesies diberi nama ilmiah yang terdiri dari dua kata, yaitu nama genus diikuti nama spesifik.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup dalam Biologi

Klasifikasi dalam biologi memiliki beberapa tujuan, antara lain:

1. Menyediakan sistem penamaan ilmiah

Klasifikasi memberikan sistem penamaan ilmiah yang konsisten untuk setiap makhluk hidup. Aturan ini dikenal dengan tata nama binomial yang diperkenalkan oleh Carl Linnaeus.

Setiap makhluk hidup diberi nama ilmiah yang dimulai dari genusnya, kemudian disusul spesiesnya. Misalnya manusia punya nama ilmiah Homo sapiensDi mana Homo adalah genus dan sapiens adalah spesiesnya.

Setiap organisme memiliki nama ilmiah yang unik sehingga memudahkan komunikasi dan menghindari kebingungan dalam memahami hubungan berbagai makhluk hidup.

2. Memahami sejarah evolusi

Sejarah mencatat bagaimana makhluk hidup berubah seiring berjalannya waktu melalui proses evolusi. Organisme yang berasal dari nenek moyang yang sama cenderung memiliki kesamaan struktur dan ciri.

Dengan demikian, klasifikasi menggambarkan hubungan evolusi antara kelompok organisme yang berbeda.

Prinsip evolusi menyatakan bahwa organisme berevolusi melalui seleksi alam yang mempengaruhi keberhasilan reproduksi berdasarkan perubahan genetik yang menguntungkan.

Hasil proses evolusi ini tercermin dalam hierarki klasifikasi, seperti domain, kingdom, filum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies.

3. Memudahkan identifikasi

Melalui sistem klasifikasi seperti taksonomi, ilmuwan dapat mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan ciri. Hal ini memudahkan untuk mengidentifikasi dan mempelajari lebih lanjut spesies baru dan yang dikenal.

4. Konservasi dan perlindungan

Manfaat pengklasifikasian makhluk hidup bagi para ilmuwan adalah mengidentifikasi spesies yang terancam punah agar dapat mengambil langkah konservasi yang tepat. Misalnya mengelompokkan hewan tertentu pada habitat dan ekosistem yang sesuai.

5. Pengembangan pengetahuan baru

Klasifikasi memberikan peluang besar bagi pengembangan pengetahuan baru. Melalui pengelompokan organisme, ilmuwan dapat mengidentifikasi pola, memahami perbedaan, dan menyelidiki hubungan antara berbagai jenis makhluk hidup.

Hal ini membantu penelitian biologi, ekologi, dan evolusi, serta memungkinkan pengembangan pengetahuan baru tentang kehidupan di Bumi.

Klasifikasi makhluk hidup dalam Biologi

Makhluk hidup dapat digolongkan menjadi lima kingdom utama, yaitu:

1. Kingdom Animalia (hewan)

Klasifikasi makhluk hidup animalia terdiri atas dua kelompok besar, antara lain vertebrata dan invertebrata.

1. Vertebrata

Vertebrata merupakan salah satu kelompok besar dalam kingdom Animalia yang mencakup hewan bertulang belakang. Kelompok ini terdiri dari mamalia, burung, reptil, ikan, dan amfibi.

Ciri utama hewan vertebrata adalah adanya struktur rangka yang melindungi sumsum tulang belakang dan memberikan dukungan struktural pada tubuh hewan.

2. Invertebrata

Invertebrata merupakan kelompok besar dalam kingdom Animalia yang mencakup hewan tanpa tulang punggung. Kelompok ini sangat beragam dan mencakup sebagian besar hewan di dunia, antara lain serangga, moluska, cacing, ubur-ubur, dan masih banyak lagi.

Invertebrata tidak memiliki struktur rangka yang melindungi sumsum tulang belakang. Namun hewan jenis ini mengandalkan bagian tubuh lain untuk menopang dan melindungi organ dalamnya.

2. Kingdom Plantae (Tanaman)

Kingdom Plantae mencakup semua organisme tumbuhan yang termasuk dalam domain Eukarya.

Organisme ini umumnya memiliki sel yang dindingnya mengandung selulosa, melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan, dan memiliki siklus hidup yang melibatkan fase gametofit dan sporofit.

Pada kingdom plantae, penggolongan makhluk hidup didasarkan pada tiga pembagian utama, yaitu:

1. Bryophyta (lumut)

Bryophyta merupakan salah satu divisi utama dalam Kingdom Plantae yang mencakup kelompok tumbuhan lumut, antara lain lumut hati, lumut, dan lumut kerak.

Ciri-ciri umum Bryophyta adalah tidak mempunyai akar, batang, dan daun sejati, serta tidak membentuk biji dan bunga. Tumbuhan ini biasanya hidup di lingkungan lembab dan memiliki siklus hidup yang menunjukkan pergantian fase haploid dan diploid.

2. Pteridophyta (paku-pakuan)

Pteridophyta termasuk kelompok tumbuhan paku-pakuan. Tumbuhan ini termasuk dalam kategori tumbuhan berpembuluh, yaitu mengandung pembuluh yang mempunyai akar, batang, dan daun sejati.

Pteridophyta tidak membentuk biji, tetapi berkembang biak dengan menggunakan spora untuk reproduksinya. Beberapa contoh tumbuhan paku antara lain paku ekor kuda, paku-pakuan, dan paku-pakuan tanduk rusa.

3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Spermatophyta termasuk tumbuhan berbiji yang terdiri dari dua kelompok besar, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) yang bijinya terletak pada permukaan alat reproduksi betina, dan tumbuhan yang bijinya tertutup (angiospermae) yang bijinya terletak di dalam buah.

Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai macam tumbuhan, antara lain pohon, perdu, dan tumbuhan berbunga.

4. Kingdom Jamur (Jamur)

Kingdom jamur mencakup berbagai jenis jamur, seperti khamir, kapang, dan jamur makroskopis. Berikut ciri-ciri klasifikasi makhluk hidup yang termasuk dalam kingdom fungi:

1. Eukariota

Jamur adalah organisme eukariotik, artinya mereka memiliki sel dengan inti yang dikelilingi oleh membran.

2. Dinding sel mengandung kitin

Sel jamur memiliki dinding yang mengandung kitin. Fungsinya adalah untuk memberikan struktur dan kekuatan pada sel-sel ini.

3. Reproduksi dengan spora

Jamur umumnya berkembang biak dengan spora, yaitu sel reproduksi yang mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan tumbuh menjadi individu baru jika kondisinya sesuai.

4. Heterotrof

Jamur adalah organisme heterotrofik, artinya mereka tidak dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Tumbuhan ini mendapatkan nutrisi dengan cara menyerap zat-zat organik dari lingkungan sekitar.

5. Badan thallus atau miselium

Tubuh utama jamur dapat berbentuk thallus, seperti pada jamur mikroskopis, atau miselium, yaitu jaringan serat halus yang meregangkan dan menyerap nutrisi dari substrat.

6. Terbentuknya Ascomycota, Basidiomycota, dan Zygomycota

Jamur dapat dikelompokkan berdasarkan struktur dan cara reproduksinya, termasuk ke dalam kelompok seperti Ascomycota, Basidiomycota, dan Zygomycota.

7. Berperan dalam dekomposisi

Jamur memainkan peran penting dalam siklus material di alam dengan berkontribusi terhadap dekomposisi. Misalnya saja penguraian sisa-sisa organisme menjadi bahan organik yang lebih sederhana.

8. Simbiosis

Beberapa jamur dapat membentuk hubungan simbiosis dengan organisme lain, seperti mikoriza yang membantu tanaman menyerap unsur hara dari tanah.

5. Kerajaan Protista

Kingdom Protista mencakup organisme uniseluler dan beberapa organisme multiseluler yang lebih sederhana. Ciri-ciri umum antara lain membran sel yang melindungi inti sel (eukariota), reproduksi aseksual dan seksual, serta kemampuan bergerak menggunakan flagela, bulu mataatau pseudopodia.

Anggota kingdom protista antara lain: amuba, paramecium, euglena, plasmodiumDan dinoflagellata. Ini hanyalah beberapa contoh dari banyak organisme yang termasuk dalam keanekaragaman kingdom protista.

5. Kerajaan Monera

Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem empat kingdom oleh Herbert F. Copeland pada tahun 1938, Kingdom Monera meliputi bakteri dan alga biru-hijau. Namun perubahan sistem klasifikasi baru mengakibatkan menyatunya Monera dengan kingdom lain.

Ciri-ciri umum Kingdom Monera antara lain adanya sel prokariotik (tanpa membran inti) dan kurangnya organel sel kompleks seperti mitokondria atau kloroplas. Namun, ia memiliki dinding sel yang dapat memberikan dukungan dan perlindungan struktural.

Bakteri adalah contoh Kingdom Monera. Organisme ini dapat ditemukan di berbagai lingkungan dan mempunyai peran penting dalam siklus nutrisi, penguraian, dan membantu sistem pencernaan makhluk hidup lainnya.

Cabang ilmu biologi yang erat kaitannya dengan klasifikasi makhluk hidup adalah taksonomi. Melalui sistem pengelompokan ini, para ilmuwan dapat dengan mudah memahami lingkungan dan ekosistem di lingkungan sekitarnya.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad