Khutbah Jumat 2 Februari 2024, Singkat dan Padat! Bertemakan Pentingnya bulan Sya’ban adalah pintu gerbang Ramadhan

farih.co.id – Umat ​​Islam telah memasuki bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban diapit oleh dua bulan yang sangat mulia yaitu Rajab dan Ramadhan.

Berada di tengah bulan mulia tidak mengurangi keutamaan Sya’ban. Sya’ban adalah pintu gerbang menuju Ramadhan.

Pada kesempatan kali ini redaksi menyajikan materi khutbah Jumat untuk mengingatkan kita agar memaksimalkan keutamaan dan keistimewaan bulan Sya’ban.

Di bulan Sya’ban, umat Islam diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sebagai ‘pemanasan’ memasuki bulan suci Ramadhan.

Dalam teks khutbah Jumat ini dijelaskan sejumlah amalan yang boleh dilakukan pada bulan Sya’ban. Salah satunya adalah puasa. Dengan berpuasa di bulan Sya’ban, maka saat kita memasuki bulan Ramadhan kita tidak akan terkejut lagi dengan ritme puasanya.

Teks khutbah Jumat ini disusun oleh H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung, dengan judul ‘Khotbah Jumat: Marhaban Sya’ban, Pintu Gerbang Menuju Bulan Ramadhan’, disadur dari NU Online.

Insya Allah الْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأ َنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah. لَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ هُ وَرَ سُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام أَمَّا الْم: ف َيَاأَيُّهَا الْم ُؤْمِنُوْنَ, اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ pada ى مَا هَدَاكُمْ لِلإِسْلا َمِ، وَأَوْلاَكُمْ مِنَ الْفَضْلِ وَالإِن ْعَامِ، وَجَعَلَكُمْ مِنْ أُمَّةِ ذَوِى اْلأَرْحَامِ. قَالَ تَعَالَى : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ال Facebook ُوا تَسْ لِيمًا

Jamaah Jumat (semoga Allah memberkati dia)

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan dan kesempatan berkumpul di majelis jum’at ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat mulianya.

Pada kesempatan kali ini, mari kita renungkan juga betapa pentingnya memiliki ketakwaan sebagai seorang muslim. Taqwa merupakan landasan yang menjadi kunci keselamatan dunia dan akhirat dan wajib kita jaga hingga berpisah dengan kehidupan dunia. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Imran ayat 102:

Alhamdulillah وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan ketaqwaan yang sejati kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali kamu seorang muslim.”

Takwa juga merupakan salah satu cara membuktikan keimanan kita kepada Allah SWT. Taqwa menganjurkan kita untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Ketakwaan mengajarkan kita untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama. Maka kesalehan perlu kita kembangkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan sosial.

Kesalehan memotivasi kita untuk berperilaku baik dan memperlakukan orang lain dengan adil dan baik hati, serta menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, mari perkuat ketaqwaan kita kepada Allah SWT agar selalu berada di jalan yang benar dan mendapat hidayah dari Allah SWT.

Jamaah Jumat (semoga Allah memberkati dia)

Pada kesempatan khutbah ini, khatib akan menyampaikan materi khutbah yang bertajuk: “Marhaban Sya’ban, Pintu Gerbang Menuju Bulan Ramadhan.” Tema ini penting untuk disampaikan mengingat saat ini kita telah memasuki bulan Sya’ban yang merupakan bulan ke 8 dalam penanggalan Hijriah. Bulan yang diapit oleh dua bulan mulia yaitu Rajab dan Ramadhan ini seolah menjadi paket yang ditunggu-tunggu umat Islam dengan banyaknya doa-doa yang dipanjatkan yang merupakan hadist nabi Anas bin Malik ra:

اللَّهُمَِ ضَانَ

Artinya: “Ya Allah, berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban, dan berilah kami kehidupan di bulan Ramadhan.”

Jamaah Jumat (rahimakumullah) Hadirnya bulan Sya’ban menjelang bulan Ramadhan, seolah menjadikan bulan ini sebagai pintu gerbang yang mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri dan membawa persiapan yang cukup untuk menghadapi dan memasuki situasi dan kondisi baru. Agar tidak kaget saat memasuki bulan Ramadhan,

Rasulullah SAW telah mencontohkan pelaksanaan olah raga di bulan Sya’ban berupa memperbanyak kuantitas puasa. Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah:

فَمَا رَاَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم اِسْتَكْمَلَ صِيَ Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah. هُ فِيْ شَعْبَانَ رواه البخاري

Artinya : “Saya belum pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan belum pernah melihat Rasulullah berpuasa lebih banyak pada bulan selain bulan Sya’ban” (HR. Bukhari) .

Amalan ini penting karena di bulan Ramadhan kita umat Islam akan menjalankan kewajiban yang merupakan salah satu rukun Islam yaitu berpuasa sebulan penuh. Dengan memulai latihan puasa di bulan ini, maka saatnya berpuasa di bulan Ramadhan, tubuh kita akan terbiasa dengan perubahan pola makan seperti di bulan-bulan lainnya.

Selain manfaatnya secara fisik, keutamaan puasa di bulan Sya’ban juga diingatkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya. Nabi bersabda, di bulan ini amal ibadah manusia akan diangkat oleh Allah SWT sehingga Nabi ingin ketika terangkat amal tersebut, ia tetap berpuasa. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Nasai:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِين َ فَأُحِبُّ أَن dan يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Itulah bulan yang dilalaikan manusia. Bulan yang berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan yang berisi berbagai amalan, amalan yang ditinggikan kepada Rabb semesta alam, aku bergembira karena amalku diangkat. ketika aku sedang berpuasa.” (HR Nasai).

Jamaah Jumat Rahimakumullah, Tak hanya puasa, di bulan ini kita juga diimbau memperbanyak ibadah lainnya seperti membaca Alquran, shalat, berdzikir, dan membaca shalawat. Mengenai bacaan doa, bulan ini merupakan bulan yang istimewa bagi nabi dan dianjurkan untuk banyak membacakan doa kepadanya.

Pasalnya, di bulan ini diturunkan sebuah ayat yang memerintahkan kita untuk berdoa kepada Nabi. Tak hanya kita sebagai manusia biasa, Allah dan Malaikat-Nya juga disebutkan dalam ayat ini sedang memanjatkan salat kepada Nabi. Ayat ini tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56 yang sangat terkenal yaitu:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أ َيُّهَا ا لَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mendoakan Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, doakanlah Nabi dan sapalah beliau dengan salam.”

Turunnya ayat ini di bulan Sya’ban merupakan tanda bahwa Rasulullah menjadikan bulan ini istimewa baginya. Dalam hadits dari Anas bin Malik ra Rasulullah menyebut bulan Sya’ban sebagai bulannya:

رجَب شَهْرُ اللَّهْ

Artinya: “Rajab adalah bulan Allah, Syaban adalah bulanku, Ramadhan adalah bulan umatku.”

Jamaah Jumat (semoga Allah memberkatinya)

Di bulan Sya’ban ini, mari kita wujudkan kualitas dan kuantitas ibadah dengan mempersiapkan jiwa dan raga. Mari kita bersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu melalui istighfar “Astaghfirullah” dan ungkapkan rasa syukur kita karena masih diberikan umur panjang untuk bisa menyongsong bulan Sya’ban dengan ungkapan “Alhamdulillah”, sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapinya. memasuki gerbang masa depan dengan mengucapkan “Bismillah” . Mari kita menyirami tanaman amal kita di bulan Sya’ban yang telah kita tanam sebelumnya di bulan Rajab agar di bulan Ramadhan kita bisa memanennya dengan baik.

Semoga kita bisa meraih keutamaan di bulan Sya’ban yang dalam Kitab Duratun Nashihin diwakili dengan huruf pada kata “Sya’ban” (شعبان).

Yang pertama ش (syin) artinya asy-syafa’ah wasy suryaah (pertolongan dan kemuliaan), yang kedua ع (‘ain) artinya al-‘izzah wal karamah (kemuliaan dan kehormatan), yang ketiga ب (ba’) artinya al -birr (keutamaan), yang keempat ا (alif) berarti al-ulfah (kecenderungan atau kasih sayang), dan yang kelima ن (nun) yang berarti an-nur (cahaya atau menerangi).

Semoga Allah selalu mengabulkan harapan kita dan kita dapat terus menjalankan misi utama kita di dunia yaitu beribadah kepada Allah sambil mendapat pertolongan dan perlindungan-Nya. Amin

semoga Allah merahmatinya dan memberinya kedamaian dan keberkahan ِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْ مِ و َتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِ يْعُ الْعَل ِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُ Insya Allah ا نَجَاةَ التَّائِبِيْن

Khotbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah ِتِّحَادِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْم نَا بِحُبِّ الْبِلَادِ. ِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ أَرْسَلَ لِلْعَالَمِيْنَ اِل َى يَوْمِ الْمَعَادِ أَمَّا بَعْدُ.

Tuhan memberkati Anda فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. Tuhan memberkatimu Tuhan memberkatimu ِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَي ِّدِن َا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah Insya Allah نَ ا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا Insya Allah ٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan ِّيْنِ.

Insya Allah مِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَ Tuhan memberkatimu فَعُ هُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً dan َعَنْ سَائِ رِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَم ِيْنَ. Shalawat Allah َةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللٰهِ اِنَّ اللٰهَ يَأْمُرُ ب ِالْع َدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَ رِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. dan اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللٰهِ اَكْبَرُ.**

Related Post