Farih.co.id
Home Pendidikan Jutaan Orang Tua Menanti Gagasan Kebijakan di Debat Calon Presiden Ke-5: Apakah Pendidikan Terjangkau, ataukah Sebaliknya?

Jutaan Orang Tua Menanti Gagasan Kebijakan di Debat Calon Presiden Ke-5: Apakah Pendidikan Terjangkau, ataukah Sebaliknya?

Screenshot 1785 750614646

farih.co.id – Debat Capres ke-5 di Indonesia menjadi sorotan besar, khususnya bagi jutaan orang tua yang menunggu ide kebijakan terkait aksesibilitas pendidikan.

Pertanyaan utama yang muncul adalah apakah pendidikan akan menjadi lebih terjangkau atau sebaliknya?

Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi salah satu isu sentral yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.

Mereka menantikan ide-ide kebijakan yang dapat menjamin sistem zonasi benar-benar adil dan merata.

Para orang tua berharap setiap anak, apapun lokasi geografisnya, mempunyai hak yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas.

Ide-ide yang mengatasi kesenjangan dan memberikan akses yang lebih adil bagi semua anak sangat dinantikan.

Biaya pendidikan juga menjadi fokus utama orang tua. Meski undang-undang menyatakan pendidikan dasar harus gratis, namun kenyataannya masih banyak orang tua yang merasa terbebani dengan biaya pendidikan anaknya, terutama di sekolah swasta.

Gagasan kebijakan yang dapat mengurangi beban keuangan orang tua, seperti meningkatkan alokasi anggaran pendidikan dan mengkaji peraturan biaya pendidikan di sekolah swasta, akan menjadi poin penting dalam penilaian orang tua terhadap calon presiden.

Aspek kualitas guru juga menjadi perhatian orang tua. Gagasan kebijakan yang mendorong peningkatan kesejahteraan dan pengembangan profesional guru diharapkan dapat berdampak positif terhadap mutu pendidikan.

Orang tua ingin melihat calon presiden yang memiliki visi konkrit untuk mendukung guru dalam memberikan pembelajaran yang berkualitas dan relevan.

Keamanan lingkungan sekolah dan upaya mengatasi permasalahan kesenjangan gender dan inklusi sosial juga menjadi aspek yang dinantikan oleh orang tua.

Mereka menantikan ide-ide kebijakan yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari diskriminasi sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut atau kesenjangan.

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad