Habiskan anggaran sebesar Rp1,44 triliun, Jadi Bendungan Bintang Bano terbesar di NTB, memenuhi kebutuhan air untuk 7 kecamatan di Sumbawa Barat

farih.co.id – Jadi bendungan terbesar di NTB dengan tinggi 72 meter, panjang 497,25 meter, lebar puncak 12 meter, dan elevasi puncak +120 meter.

Air yang ditampung di bendungan ini juga digunakan untuk irigasi lahan pertanian. Bendungan Bano akan mengairi lahan tersebut

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pembangunan Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 14 Januari 2022.

Bendungan Bintang Bano kini menjadi bendungan terbesar di NTB dengan luas kolam 256 hektar.

Bendungan ini dirancang untuk membendung aliran sungai Brang Rea dengan volume 76 juta meter kubik.

Baca Juga: Menarik sekali! Jembatan terpanjang di Aceh yang panjangnya mencapai 400 meter ini ternyata berasal dari kawasan ini

Desain konstruksi bendungan ini menggunakan jenis bendungan urugan batu inti tegak dengan tinggi 72 meter, panjang 497,25 meter, lebar puncak 12 meter, dan elevasi puncak +120 meter.

Bendungan Bintang Bano dibangun sebagai bendungan multifungsi yang tidak hanya menampung air saja.

Dengan kapasitas tersebut, Bendungan Bintang Bano mampu memenuhi kebutuhan air baku 7 kecamatan di Sumbawa Barat dengan kapasitas 550 liter per detik.

Baca juga: IDENTITAS Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Kereta Api di Dicalengka Bandung, 3 Orang Meninggal: Insinyur, Asisten Insinyur dan Pegawai Kereta Api

Air yang ditampung di bendungan ini juga digunakan untuk irigasi lahan pertanian. Bendungan Bano akan mengairi lahan tersebut

pertanian seluas 6.700 hektar, dimana 4.200 hektar diantaranya merupakan pertanian tadah hujan.

Keberadaan saluran irigasi ini diharapkan dapat memberikan hasil pertanian yang maksimal.

Baca Juga: KRONOLOGI Adu Banteng Kecelakaan Kereta Vs Kereta Api di Cicalengka Bandung: Begini Kondisi Saat Ini

Pembangunan Bendungan Bano juga bertujuan untuk mengurangi banjir di Kabupaten Sumbawa Barat sebesar 53 persen.

Sebagai pembangkit listrik, Bendungan Bintang Bano berpotensi menghasilkan listrik dari pemanfaatan listrik

air sebesar 6,6 MW. Bendungan ketiga di NTB yang diresmikan Jokowi. Bendungan Bintang Bano merupakan salah satu dari 61 bendungan yang diresmikan Jokowi.

termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2020.

Pembangunan bendungan ini merupakan upaya peningkatan tampungan air guna menunjang ketahanan

pangan nasional dan pengurangan banjir. Di NTB, bendungan ini merupakan bendungan ketiga yang diresmikan Presiden Jokowi

setelah Bendungan Tanju pada tahun 2018 dan Bendungan Mila pada tahun 2019. Pembangunan bendungan ini dimulai pada tahun

pada tahun 2015 dan menggunakan anggaran sebesar Rp 1,44 triliun. Selanjutnya masih ada Bendungan Meninting, Bendungan Beringin Sila, dan Bendungan Tiu Suntuk yang masih dalam tahap pembangunan. ***

Tags

Related Post