Berapa Kekayaan Abdul Ghani Kasuba? Gubernur Maluku Utara miliki total harta lebih dari 6 Miliar, Terjaring OTT oleh KPK

LAMPUNGTMIE.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini menangkap Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba.

Penangkapan itu terjadi saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (18/12/2023).

Diketahui, sekitar 15 orang diamankan dalam operasi ini, termasuk pejabat Pemprov Malut lainnya dan pihak swasta.

Baca Juga: Nonton Night Has Come Episode 12 Subtitle Indonesia : yang tayang di Viu setiap hari Minggu hingga Rabu

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan kepada mereka yang ditangkap.

“Kami masih meminta keterangan kepada pihak yang diamankan. Kami akan memberikan rincian lebih lanjut setelah memastikan seluruh proses kegiatan selesai,” kata Ali.

Sebelumnya, tim KPK telah melakukan penggeledahan di kediaman Gubernur Malut Abdul Ghani Kasuba.

Baca Juga: Sinopsis Cinta Tanpa Sebab 21 Desember 2023, Ghani Tak Rela Jika Sava Lebih Mencintai Baskara Daripada Dirinya

Tepatnya di lantai 2 Kota Ternate dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Malut, Senin.

Kekayaan Abdul Ghani

Abdul Ghani terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2022.

Dalam LHKPN tercatat Abdul Ghani memiliki sembilan bidang tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp5.380.000,00.

Tanah dan bangunan Abdul Ghani tersebar di berbagai kota seperti Ternate, Halmahera Utara, dan Jakarta Selatan.

Selain itu, Abdul Ghani juga memiliki kendaraan berupa Toyota Kijang Inova senilai Rp 75 juta.

Ada pula harta bergerak lainnya milik Abdul Ghani senilai Rp330 juta.

Serta aset berupa kas atau setara kas senilai Rp673 juta.

Jadi total kekayaan Abdul Ghani adalah Rp6.458.409.184.

Profil Abdul Gani

Abdul Gani Kasuba lahir di Bibinoi, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada tanggal 21 Desember 1951.

Abdul Ghani menikah dengan Hj. Faoniah Hai Djaohar dan mempunyai 4 orang anak.

Abdul Gani berasal dari suku Tobelo, keluarganya merupakan keturunan umat Islam pertama di suku Tobelo.

Ia menghabiskan masa kecilnya di daerah Palu, Sulawesi Tengah.

Namun rasa cintanya terhadap tanah air membuat Abdul Gani memutuskan untuk kembali ke Maluku Utara.

Lahir dari keluarga Muslim, Abdul Gani tertarik dengan ajaran Islam.

Ia memutuskan untuk bersekolah di sekolah Islam yang didirikan oleh Yayasan Al-Khaairat dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di Palu.

Setelah lulus dari Yayasan Al-Khaairat, Abdul Gani memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Dengan kepergiannya ke Madinah, Abdul Gani menjadi muslim pertama dari suku Tobelo yang menuntut ilmu ke luar negeri.

Sepulang dari Madinah, Abdul Gani mengabdikan dirinya ke Maluku Utara dengan bekerja di Yayasan Al-Khaairat sebagai kepala Inspeksi.

Selama bekerja di Yayasan Al-Khaairat, Abdul Gani aktif mendirikan sekolah untuk anak-anak di berbagai daerah terpencil mulai dari Maluku Utara hingga Papua.**

Tags

Related Post